5 Ways To Find Confidence Through Traveling

5 Ways To Find Confidence Through Traveling

Hi friends, how are you today?

Selamat datang kembali ke blogku dan terima kasih sudah menunggu dengan sabar blogpostku yang terlambat iniย ๐Ÿค“

Pada blogpost kali ini, aku ingin membahas tentang sesuatu yang melekat banget di diriku ini, yaitu membahas tentang tema “Kepercayaan Diri”.ย 

Who’s here an introvert?? Me! (Well, maybe I’m more an extrovert trapped in introvert body haha, anyone else feeling the same?). Hmm, mungkin itulah kenapa aku suka banget dengan blogging, karena aku bisa suka-suka menjadi extrovert dan bebas berekspresi tanpa merasa social anxiety kalau ngobrol dengan kebanyakan orang ๐Ÿ™ˆ.

Pengalamanku sendiri menjadi orang yang pemalu dan kurang percaya diri sedikit demi sedikit menghilang, walaupun terkadang juga masih sering kumat hehe. Setelah aku pikir-pikir, salah satu faktor yang membuat aku menjadi semakin merasa percaya diri (self-confidence) adalah traveling.

Have you heard that traveling will help you grow as a person? Here are some of the things that I have learnt to be less shy and be confidence along the way.

1. Don't Focus On Being Shy

The basic thing… If you afraid to speak up, you’ll easily get lost.

Sewaktu kecil, ayahku sering banget menyuruhku untuk bertanya sama orang lain, kapanpun dimanapun tentang apapun. Aku paling tidak suka kalau disuruh bertanya, karena aku memang pemalu.ย 

Sampai aku duduk dibangku kuliah pun aku juga jarang sekali bertanya.. karena memang tidak suka, lebih baik mencari lewat google dari pada berinteraksi dengan orang lain, apalagi dengan orang yang tidak aku kenal dekat.

Tapi semenjak aku sering traveling, apalagi ketika traveling sendirian, mau tidak mau aku harus sering memberanikan diri untuk bertanya atau aku akan tersesat.

“Don’t focus on the feeling as they will likely to grow and dominate the scene”. If you want to ask, just ask <3

2. Remember The Fear Is Just In Your Mind

Sering tidak sih kalian merasa gugup dan cemas ketika ingin bertanya… “nanti kalau aku bertanya, nanti gini, nanti gitu, dan bla..bla..bla”, eh terus akhirnya tidak jadi bertanya duh.

Well, you’re not alone because I’m guilty of that too!ย ๐Ÿ™‹๐Ÿฝ

Sering ketika berada pada acara travel meeting atau ketika baru bertemu dengan orang-orang baru, seperti misalnya ketika ada acara meet up di hostel bareng traveler-traveler lainnya. Ingin sekali kita ingin bertanya tapi takut dan merasa minder misalnya karena bahasa Inggrisku kurang bagus. Akhirnya kita tidak jadi bertanya, dan malah terkesan pendiam, jadi sering tidak diajak berbicara.ย 

I’m telling you, It’s just in your head! Take my experience as a prove, because the truth is other people may feel insecure to talk to you as well.

Once I let my fear go, it will be easier to connect with people from everywhere no matter what their background are.ย 

Tips: Try to shift your perspective into thinking that people you are with want to know about you better too. So, definitely speak you minds up and be yourself!

3. Think About The Time When You Overcome Your Fears!

Traveling means getting out of your comfort zone so you should definitely adapt this in your daily life too!

Terkadang kita merasa kurang percaya diri dengan diri kita sendiri. “Apa bisa ya hmm?” pertanyaan itulah yang sering muncul. Tapi, sayangnya kita tidak akan pernah tau jawaban itu kalau tidak mencobaย ๐Ÿ˜…

Nah dengan perspektif yang seperti ini, kita mendorong kepercayaan diri kita dengan mengingat-ingat sesuatu yang pernah kita lakukan yang membuat kita bangga dan teringat dengan feeling ketika telah mengalahkan rasa ketakutan itu.

Pengalamanku ketika scuba diving adalah suatu yang bakalan aku ingat ketika aku mulai gugup atau tidak percaya diri. Aku merasa senang sekali ketika bisa lulus dan mendapatkan sertifikat untuk scuba diving karena sewaktu itu aku mengalahkan rasa ketakutanku untuk menyelam di laut lepas (karena selalu kebanyang ada hiu haha.. baby shark..doodooodoodooo ๐Ÿฆˆ).ย 

At the end, you’ll be happy about your “Woah, I couldn’t believe I just did that” moment. So just be confidence and do it <3

4. Traveling Helps Me To Practice My Independence

This is definitely a confidence booster, especially if you have experienced solo travel.

Hal yang paling menarik karena kita bakalan di tampar untuk selalu membuat keputusan sendiri, mengambil inisiatif, dan mempelajari sendiri tempat disekitarmu.

Ketika kamu dihadapkan dengan kewajiban aka responsibilty untuk keselamatan diri sendiri, disitu kita akan langsung gercep dan siap mengambil aksi dengan segala hal. Mulai dari mengatur budget sampai dimana kita mau makan ataupun tidur. Kalau kita tidak bergerak atau mengambil inisiatif maka ya tidak akan datang sendiri.

When traveling, you’re being responsive of yourself. You have the capacity of loving yourself as much as you want with your choice. You’re being independent for your own happiness and most importantly your survival. Keep your ass going my friend!

ย 

5. Expressing My Feeling Through Traveling

Ketika kita traveling, kita bisa berekpresi ria tanpa ada rasa risi akan omongan/tanggapan dari orang lain. Nah, dari traveling ini pula, aku juga menyadari kalau manusia di bumi ini berbeda-beda.

Why do you want to be like everybody else, when you can be yourself (for me being weird haha) and express yourself the way that you want? Seriously, so many people in this world, billions of humans, would it be normal if people are the same?ย 

Expressing yourself will unlock our sense of freedom and be happy in your own skinย ๐Ÿคช

Thank you for reading this week blogpost till the very end, I appreciate you guys so much!ย 

ย Also, Do you have any tips that you get from traveling to boost your confidence? Please do share your answers on the comment section below. I’d love to know your thought and also sharing is caringย ๐Ÿ’–

I hope you guys have a great weekend! Cheers!

This Post Has 9 Comments

  1. iya kak bener ya kerasa banget sebagai introvert tuh kadang daripada nanya mending cari tahu sendiri. karena kebiasaannya si ya emang apa apa cari tahu sendiri :’

    1. Iya emang gitu, mungkin karena kebiasaan yang pemalu juga, dan karena emang google mengetahui segala jawaban haha ๐Ÿ˜‚

  2. IMO, introvert dan pemalu itu beda. I mean sometimes orang melakukan pembenaran dengan bilang, โ€œIya, aku introvert makanya pemaluโ€. Padahal introvert atau extrovert sendiri adalah cara manusia untuk kembali mengisi energi aka recharge.

    Mungkin akhirnya ini yang sering dikaitkan, karena buat introvert seperti kita, recharge diri dilakukan dengan menikmati kesendirian. Saking nyamannya jadi suka lupa bahwa ada waktunya buat bersosialisasi, yah namanya juga zona nyaman, susah buat pindah.
    Padahal sesuatu yang berlebihan kan g baik tuh. Akhirnya dari situ muncul bibit pemalu dan ansos, because I feel that too..

    And glad to know kalau akhirnya dengan travelling, kamu bisa memupuk kepercayaan diri

    1. Bener banget mbak Pipit, introvert dan pemalu memang go-hand-in-hand ya.. aku kadang juga bingung soalnya aku sering banget dikasih tau orang-orang terdekat aku kalau aku itu extrovert, tapi orang yang ngga begitu kenal aku, mereka bilangnya aku orang yang introvert soalnya pemalu haha… jadi aku relate banget sama perbedaan introvert dan pemalu dalam hal recharging my energy ๐Ÿ˜‚
      So far, aku seneng dengan being extrovert in an introvert soul, soalnya bisa enjoy kalau dengan banyak orang ataupun sendirian โ˜บ๏ธ
      Terima kasih Mbak Pipit sudah mampir dan membaca ๐Ÿ’•

  3. hehehe sampe sekarang aku kadang juga “males” bertanya, tapi bukan ketika traveling ๐Ÿ˜€
    kadang mikirnya begini dulu “ahh nanti aku tau, nanti aku ngerti, aku bisa kok” tanpa nanya dulu
    ehh ternyata salah, duhh ini kebiasaan yang pelan pelan kudu aku ilangkan, bad habit kalau di dunia kerja

    1. Nah iya itu mbak Ainun, memang susah susah gampang untuk dihilangkan.. apalagi kalau sudah di zona nyaman, susah keluar ya kita ini ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜‚

  4. Buatku traveling ampuh banget utk naikin rasa percaya diri. Akupun termasuk yg ga suka bersosialisasi mba. Rasanya risih, malu… Tapi dengan traveling perasaan minder itu lama2 kekikis. Aku dipaksa utk aktif bertanya dengan org lokal, kalo ga pengen get lost di negara orang :p. Tapi jujurnya aku blm prnh solo traveling. Selalunya Ama suami ato Ama temen. Nah kalo Ama suami, biarpun yg paling jago nyari arah itu dia, tp dia suka maksa aku utk nanya ke orang lokal kalo kmi kesulitan arah. Tujuan dia supaya aku berani :p. Jadi mau ga mau, aku bakalan nanya.

    Ato pas jalan Ama temen, aku sadar yg paling berpengalaman soal jalan2nya pasti aku. Jd ga mungkin aku suruh temenku yg nanya2 kalo ada kenapa2 :D. Dan akupun punya tanggung jawab utk menjaga temenku, apalagi kalo dia blm terbiasa ato blm prnh ke negara itu :D. Itulah asiknya traveling ya :). Kita banyak belajar ttg apa aja ๐Ÿ™‚

    1. Wii iya mbak, dari pada malu sesat dijalan ๐Ÿ™ˆ Kalau ada kesempatan dicoba mbak jalan sendiri, ngeluyur sendiri, walaupun pas lagi traveling sama temen.. definitely-degannya lebih terasa haha

      Aku bisa relate mbak, kadang kalau aku jalannya sama temen yang suka jalan-jalan juga, aku bakalan lebih ngikut petunjuk arah dari temenku.. tapi kalau jalannya sama temen yang ngga sering jalan, kita musti nanya kalau pas kesasar ๐Ÿ˜‚

Leave a Reply

Close Menu