camping di Anawangin cove

Camping Dadakan Di Anawangin Cove, Filipina (Part 2)

Hi semua, apa kabar? Selamat datang kembali ke travel blog The Spice To My Travel โ˜บ๏ธ

Sebelum kita lanjutkan cerita Perjalanan di Anawangin Cove ini, aku mau berterima kasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan berkomentar pada cerita camping dadakan di Anawangin Cove part 1 dan blogpost-blogpost sebelumnya di travel blog ini.ย It means a lot for me ๐Ÿ˜‡๐Ÿ’•

Oke, mari kita lanjutkan cerita perjalanan camping di Anawangin Cove ini (hehe). Untuk yang kemarin belum membaca Camping Dadakan Di Anawangin Cove part 1 dari cerita ini, monggo bisa di baca dulu dan kembali lagi ke part 2 ini ๐Ÿค“ย 

ย 

Welcome To Anawangin Cove

welcome sign to anawangin coves
Tulisan Selamat Datang Di Anawangin Cove yang hanya bisa aku lihat ketika sampai semalam sebelumnya

Aku dan Sanjavi di bangunkan dengan suara ombak dan teriknya panas matahari yang bisa dibilang membuat tenda kita seperti oven yang sedang memanggang masakan didalamnyaย ๐Ÿ˜‚. Jam masih menunjukkan pukul 6.30 pagi tetapi matahari sudah begitu terik, padahal dimalam hari kita menggigil kedinginan karena pintu tenda yang kami tidak tutup.

Setelah mengumpulkan semua nyawaku (hehe), aku pun keluar dari tenda untuk melihat pemandangan yang semalam gelap gulita. Tanpa pikir panjang, aku keluar tendaย denganย muka yang masih lusuh meninggalkan Sanjavi yang masih terlelap tidur.

“Waw! This view and feeling is so worth it setelah berasa deg-deg an dengan perjuanganku menuju Anawangin Cove ini” Pikirku sambil menikmati pemandangan yang sedang aku lihat.

the view in anawangin cove
Pemandangan di depan tenda

Pasir putih, birunya air laut dan angin sepoi-sepoi pantai langsung membuatku ingin mencelupkan kakiku ke air laut. Siapa yang tidak mau merasakan dinginnya air laut setelah berasa di panggang di dalam tenda?! haha ๐Ÿ™ˆ

Satu hal yang paling membuatku terkesan dengan pantai di Anawangin Cove ini adalah tidak adanya sampah dan plastik karena penduduk lokal sangat peduli dengan alam mereka dan berusaha untuk selalu melestarikan pantai-pantai mereka.

Semakin aku mendekat ke bibir pantai, semakin aku bisa melihat jernihnya air laut. Langsung saja kucelupkan kedua kakiku dan membasuh wajahku dengan air laut. (Parah sih ini seger banget ๐Ÿ˜๐ŸŒŠ).

clear water at anawangin cove
Jernihnya air laut di Anawangin Cove

Aku menghabiskan waktu sejenak di pantai seperti orang baru pertama kali melihat pantai sambil bermain dengan pasir pantai. Interesting note: Walaupun pasir di Anawangin cove putih, ternyata dibawah pasir putihnya itu pasirnya berwarna hitam.

"Let's See The Cove From The Hill"

Setelah aku puas bermain di pinggir pantai, aku kembali ke tenda. Aku melihat Sanjavi yang sedang memindahkan tenda ke tempat yang lebih teduh. Sanjavi sengaja tidak bermain di pantai, dan memiliki untuk menikmati pantai dari kajauhan dan terhindar dari sinar matahari langsung ๐Ÿ˜…

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 siang, aku dan Sanjavi memulai untuk memasak karena perut kita sudah mulai keroncongan. Menu yang sudah kita siapkan adalah Vegan Curry/Kari Vegan dengan bahan dasar sayur-sayuran seperti kentang dan wortel yang dibalut dengan rempah-rempah khas India.ย 

Sanjavi berasal dari India, jadi aku yakin bahwa kari yang dia buat pastilah masakan dan rempah authentik India. ๐Ÿคค๐Ÿฒ Makanan buatan Sanjavi pun langsung aku makan dengan lahap. Yups! Enak banget makan sambari menikmati pemandangan Anawangin Cove.

Setelah makan, Sanjavi mengajakku untuk hiking ke salah satu bukit yang terlihat kecil dari kejauhan.ย 

“Let’s hike there later!” Kata Sanjaviย 

“Alright, sounds good!” jawabku sambil menikmati air kelapa yang kita beli di warga lokal.

Pemandangan disepanjang hiking trail ke Bukit Anawangin Cove

Sekitar pukul 16.00 sore, hiking pun dimulai… Berbekal air putih dan sunblock kita pun mulai menyusuri pantai menuju bukit di selatan Anawangin Cove. Pemandangan batu karang dan jernihnya air laut semakin terlihat dari bukit yang semakin meninggi.

The View From Anawangin Cove's Hill

Setelah hiking selama 30 menit, sampailah kita ke puncak bukit. Kita melihat pemandangan yang berbeda karena sebelumnya kita hanya melihat laut lepas, sekarang kita melihat pantai dengan latar belakang bukit yang lebih tinggi.

Anawangin Cove merupakan salah satu pantai terindah yang pernah aku datangi ๐Ÿ˜

the hill in anawangin cove
Pemandangan Anawangin Cove dari kejauhan

Tempat dimana kita mendirikan tenda terlihat sangat kecil dari kejauhan (Bahkan hampir tidak terlihat haha).ย Beberapa wisatawan lokal juga terlihat berenang ke tengah laut untuk mendinginkan tubuh mereka di tengah teriknya sinar matahari di musim panas. Semuanya tampak kecil dari bukit ini. Jadi bisa dibayangkan betapa besar dan tinggi bukit yang mengitari Anawangin Cove ini.

Pantas saja opsi jalur laut menjadi opsi yang dipilih, karena jika kita ingin menggunakan opsi darat, kita harus mau berjalan selama 5 jam dari pantai yang terdekat, Pantai Pandaquit. (Nope thank you, next!ย ๐Ÿ˜‚)

the view from anawangin cove hill
Isn't this place beautiful?! ๐Ÿ˜

Beautiful Sunset At Anawangin Cove

Sisi lain pamandangan ketika di puncak bukit menjelang sunset

Beberapa saat setelah kita sampai di atas bukit, matahari mulai menunjukkan waktunya sunset akan segera tiba. Warna langit mulai berwarna oranye dan terik panas tergantikan oleh tiupan angin dari laut yang sejuk.

“Ah this is so beautiful, thanks Sanjavi for bringing me here!” Kataku kepada Sanjavi

“Haha.. your welcome. Glad you enjoy the view like I do” Balas Sanjavi

ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย ๐ŸŒž๐ŸŒŠ๐ŸŒด

Waktu pun sudah menunjukkan hampir jam 5 sore, akhirnya kita bergegas untuk kembali ke tenda dan packing untuk kembali ke Pandaquit Beach pull 5.30 sore dengan menggunakan perahu mungil yang sudah menunggu kita.

Sunset at anawangin cove
Pemandangan sunset di Anawangin Cove

Jalan di pingar pantai ketika sunset memberikan pengalaman tersendiri mengapa perjalanan camping dadakan ini menjadi sebuah perjalanan yang akan selalu aku kenang.

Saatnya Untuk Berpisah Dengan Anawangin Cove

Leaving on the a boat from anawangin cove
Perjalanan dengan perahu mungil sambil menikmati sunset ๐ŸŒ…

Bapak nelayan yang sama ketika mengantar kita di hari sebelumnya sudah menunggu. Kita pun bergegas packing dan menaiki perahu mungil untuk kembali. Pemandangan sunset diatas perahu kecil membuatku lupa dengan rasa takut dan memilih untuk menikmati suasana laut Indah.

This is the perfect way to end this little trip of mine. Thank you Anawangin Cove for being so beautiful!

Akhirnya kita pun sampai ke Pantai Pandaquit untuk menuju ke terminal terdekat. Aku dan Sanjavi berpisah di terminal, karena aku ingin melanjutkan perjalananku ke salah satu tempat berkuda di Zambales (another post for another story hehe ๐ŸŽ ), sedangkan Sanjavi kembali ke Manila.

Sanjavi yang baik hati pun mengantarku ke salah satu hostel sebelum dia pergi kembali ke Manila menggunakan bis.ย 

ย 

Perjalan kali ini pastinya tidak terlepas karena kebaikan Sanjavi yang mengajakku untuk menikmati keindahan Anawangin Cove.

Sempat terpikir dipikiranku bagaimana perjalanan backpackingku ini tanpa adanya camping dadakan di Anawangin Cove bersama Sanjavi. The thing I’d miss!

Bersyukur banget bisa bertemu dengan Sanjavi dan pergi camping dengannya (menikmati kari sayuran buatannya duh kenikmatan yang HQQ ๐Ÿ˜‚)

Dari perjalanan ini aku juga belajar untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang lain dan membuka perspektif terhadap sesuatu yang baru, entah itu pengalaman baru ataupun orang yang baru kita kenal.ย 

Pernah mendengar “We meet certain people for a reason” inilah pelajaran yang selalu aku ingat. Inilah awal mulaku untuk selalu terbuka dengan opsi-opsi yang ada ketika traveling, the people we’ve met, the place we’ve been.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Related Articles

This Post Has 38 Comments

  1. Membaca ceritanya yang seru bikin aku pengin kak haha

    1. Monggo mas Mayuf, saatnya camping setelah pandemi Covid-19 ini berakhir hehe ๐Ÿ˜

  2. Baguuus bangeeet, dan aku liat kejernihan airnya, udh lgs kebayang sih segeranya

    Btw, itu jam 6.30 udh panaaaas mba?? Hahahaha beneran yaaa pantai memang beda :D. Tapi memang sih pantai itu kalo malam dingiiin beut, eh siangnya panas ga ketulungan .

    Viewnya ini sedikit mengingatkan ku Ama pulau padar sih, mungkin Krn bukit2nya ๐Ÿ™‚

    1. Iya mbak sudah berasa kaya di panggang itu didalam tenda haha.. berasap ๐Ÿ˜‚
      Malamnya kedinginan pagi nya kepanasan opps #beachlife
      Wah aku malah belum kesampaian untuk pergi ke pulau padar hiks..
      Pengen banget kesana ๐Ÿ˜

  3. Bagus, banget, indah, bersih. Yang motonya pinter. Pas aku liat ini di pantai mana, eh, galfok, judulnya kan di Filipina, ya. Adeuh …. Keren banget bisa ke luar negeri. Saya tau ya pantai cuma pantai Anyer, hehe ….

    1. Hehe makasih mbak Hayati, aku emang pingin jadi travel photograper tapi belum bisa kesampaian hihi.. masih perlu belajar banyak ๐Ÿ˜…
      Iya mbak itu pantainya di negara tetangga Filipina.

  4. So beautiful, mirip yah dengan pantai dan bukit di bukit merese Lombok, waduh jadi tertarik, itu udah kayak privat aja

    1. Iya mbak Sonya kaya private beach haha.. sedikit banget wisatawan yang kesana, jadi enak banget bisa bener-bener relax waktu itu. Kalau mbak sonya suka pantai, filipina boleh itu jadi negara yang bisa dikunjungi ๐Ÿ˜

  5. Air lautnya jernih banget mbak. Waahhh…… pengen liat kerangnya. Bersih nan terawat juga ya mbak pantainya, sungguh pemandangan yang memanjakan mata. Disana berapa derajat mbak panasnya?

    1. Iya mbak jernih banget dan bersih juga, jadi seneng banget waktu tau pantainya sebagus itu ๐Ÿ˜๐ŸŒŠ sayangnya aku ngga berenang waktu itu (namanya camping mendadak mbak haha jadi ngga ada persiapan sama sekali) disana sama sekali ngga mandi.. cuman ganti aja, bajunya mau abis ๐Ÿ˜…

      Sama kaya di Indonesia kok mbak, sekitar 34an tapi mungkin lebih panas gara-gara lagi di pantai.. mataharinya terik bangiiits ๐Ÿ™ˆ

  6. Ma sya Allah, pantai dan alam yg indah ciptaan Sang Maha Indah. Pasir pantainya berlapis (di atas pasirnya putih, di bawah pasir hitam) itu natural atau ada ‘sejarah’nya, kayak di tempat kita? Mmh, siapa tahu sisaยฒ reklamasi ๐Ÿ˜ Dapat gak, ya, penjelasannya dr penduduk setempat? Siapa tau terlewat nulisnya. ๐Ÿ™

    1. Iya mbak pantainya Indah banget emang.. masih kebayang suasana pantainya-pantai disana ๐Ÿ˜
      Wah kalau soal pantainya anawangin cove pastinya bukan pantai reklamasi mbak ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜‚ pantainya terbentuk secara natural mbak.. soalnya pantainya tertutup oleh pegunungan-pegunungan jadi disana ngga ada pembangunan.. murni untuk tempat pariwisata ๐Ÿ’•

  7. Pantainya jerniiih.. ga menyesal ya mba keputusan mendadak itu membawa ke tempat secantik ituuu. Terus aku kepo donk… masih temenan ga sama Sanjavi? untuk bisa dapet referensi tempat2 wisata keren lainnya hehehe

    1. Iya mbak, sama sekali ngga menyelam.. yang ada menyesal Kalau ngga ke sana ๐Ÿ™ˆ
      Aku sama Sanjavi sudah hilang kontak, soalnya dulu hpku rusak jadi WA juga ikut hilang โ˜น๏ธ dia juga ngga ada sosmed jadi bener-bener hilang kontak

  8. Wah, asik banget kali ya, bangun-bangun langsung disambut sama suasana laut. Btw saya suka dengan pengambilan fotonya mbak, membuat saya ikut merasakan langsung keadaan di sana, hehe

    1. Terima kasih mbak hehe ๐Ÿ˜Š
      Iya the best way untuk bangun tidur dan langsung liat suasana pantai ๐Ÿ˜

  9. Terbayar dong ya mbak aqma, nahan2 takut dan lapernya jadi bahagia. Duileh jadi tambah ga sabar solo traveling, biasanya ramean soalnya haha

    1. Iya mbak semangaaat!! Terbayar banget bahagia bisa jalan sampe anawangin cove ๐Ÿ˜

  10. Keren banget tempatnya, benar-benar bersih banget. Ah seru banget dan aku gagal fokus soal cerita masakan karinya, kok kayanya aku pengen coba juga ya hahaha. Semoga aku bisa punya kesempatan dan keberanian buat camping dadakan gini di negeri orang, amin

    1. Amin mbak, harus nyobain camping dadakan at least sekali dalam seumur hidup hehe..
      Karinya juga enak bangeeet mbak, masakan India emang the best bangeeet ๐Ÿคค

  11. Cantik banget pantainya Aqma… Duh mewek lihatnya! Bisa melihat pemandangan kayak gini, apalagi pas sunset itu seksi banget cahaya di birunya laut, pasti bikin hati adem tentram ya. Dan ternyata adem tentram dan aman ya sama Sanjavi xixixi. Btw Aqma, selama bareng Sanjavi, dan hiking bareng juga kan, ada cium-cium bau ketek gak? Pertanyaan serius ini wakakakak. Apakah menjadi vegan berpengaruh terhadap bau badan apa gak. Terus btw penasaran, kenapa kamu berpikir orang vegan itu orang baik? Kan aku jadi ge-er (padahal masih vegetarian aja wkwk).

    1. Parah mbak bagus banget pemandangan aslinya ๐Ÿ˜
      Untuk urusan bau ketek wkwk ngakak sama pertanyaan itu.. ngga mbak seingetku.. mungkin memang bener mbak kalau vegan itu bisa mempengaruhi bau badan haha buktinya aku ngga keinget si Sanjavi bau ๐Ÿ˜‚

      Kalau soal kebaikan orang yang vegan itu dari nalar ku/pikiranku aja mbak haha.. soalnya kan dia aja ngga mau bunuh binatang dan itu sudah jadi lifestylenya ๐Ÿ˜‚

  12. air lautnya bersih bangeett pasti betah bolak-balik main ke sini ya mbaaa :3

    1. Betah mbak sayanganya sekarang sudah jauh haha Kalau mau kesana musti naik pesawat dulu haha

      1. Terima kasih mbak Sri sudah membaca ๐Ÿ’•

  13. Foto foto nya keren banget serasa ikut menikmati disana, ceritanya juga mengalir indah…
    Sukses selalu Mba

  14. Yatttaaa!!! Part kedua jalan-jalan ke tempat tak terduga bersama orang tak terduga akhirnya muncul. Aku menikmati tulisannya, mbak. Bikin makin mupeng jalan-jalan ini

    1. Aww Terima kasih mbak Bening sudah mengikuti cerita perjalanan dadakan ini haha.. cuss mbak jalan-jalan setelah corona ini ๐Ÿ’•

      1. Bener bangeeet mbak Dedew… camping ini anti mainstream soalnya dadakan juga jadi ngga ada di list waktu perjalanan hehe. Aku juga seneng banget waktu itu setuju dengan ide dadakan camping bareng Sanjavi ini ๐Ÿ™ˆ

  15. Beruntung banget ya bisa menikmati kemping dengan teman yang baik, jadi kegiatannya bukan ala turis hehe mengunjungi tempat wisata yang anti mainstream ini ya…pantainya cantiiik….

  16. ๐Ÿฅฐ masyaAllah surgaaa dunia bangeet, Mbaa. Bagusss juga foto-fotonya, apalagi yang pas jelang sunset seolah melambai buat jalan ke sana. Nice, Mba โค

    1. Iya mbak.. musti dicoba untuk camping dipinggir pantai pasti ngga akan menyesal dan pastinya akan selalu teringat sampai hari tua nanti ๐Ÿ’•

  17. bukit bukitnya mirip kayak di kepulauan Komodo, kalau misal di foto sampulnya nggak ada tulisan Filipina, aku pasti bakal mengira kalau itu di pulau Komodo
    aku nggak terpikir sama sekali soal tempat ini di Filipina, mungkin next time kalau ke Filipina bisa diagendakan
    viewnya cakep parah, sukaaa

    1. Iya ya mbak hehe.. tipe-tipe perjalanan kalau ke indonesia timur pegunungan dan pantai dalam satu frame ๐Ÿ˜
      Iya mbak camping di Filipina itu bisa dijadikan bucketlist ketika traveling kesana ๐Ÿ’•

  18. waaaaah pantaaaiiiiiiiiii (nggak nyantai) ๐Ÿ˜†
    duh kangen banget ngeliat yang bening-bening gini (air maksudnya lho ya hehe)
    nggak kerasa udah setahun aja nih aku mendekem di ruangan. rindu traveling kesana kemari. euphoria naik kendaraan umum berjam-jam huhu semoga corona segera berlalu. aamiin ๐Ÿ™

    btw view nya sangaaatt cantik mbaaak Aqmaaaa ๐Ÿ’•
    semoga aja bakalan tetap bersih nan bening gtu ya
    rada ngenes soalnya liat tempat wisata di Indonesia (terutama) yang banyak sampahnya huhu

    1. Waaaa sama mbak Dea aku juga sudah lama banget mendekam di rumah terus.. belum jalan-jalan kemana-mana ๐Ÿ™ˆ Aku bisa mengerti mbak Dea

      Pengen banget lihat yang bening bening juga ๐Ÿ˜‚ mari kita jalan-jalan kembali kalau di Covid ini usai.

      Bener banget mbak tentang kebersihan tempat wisata di Indonesia.. Semoga di Indonesia akan semakin bersih dari sampah-sampah jadi pantainya bisa bersih kaya dulu alami lagi ๐Ÿ˜

  19. perjalanan yang menarik dan keren mbak..
    btw, kabar mas Sanjavi gimana nih sekarang? ๐Ÿ˜€

    1. Terima kasih mas Dodo sudah membaca ๐Ÿ˜Š
      Aku sama Sanjavi sudah hilang kontak soalnya hpku dulu rusak ๐Ÿ™ˆ

Leave a Reply

Terima Kasih Sudah Membaca ๐Ÿ’›

Aqmarina

Travel Blogger

Iโ€™m a fan of traveling and taking pictures along the way, including that feeling of waking up in difference places and getting the excitement of talking to other people about their travel stories, or just simply enjoying the moment.

Aqmarina

Instagram
Popular Stories
Let's Explore!
Community
Ads
Close Menu