Traveling Murah: A Beginner Backpacking Guide

Traveling Murah: A Beginner Backpacking Guide

Ingin traveling yang menghemat kantong dan tabungan? Backpacking jawabannya. Ya, backpacking adalah model traveling yang sudah lama ada, metode ini sangatlah terkenal di mancanegara, khususnya bagi kaum muda yang menggunakan backpacking untuk mengisi “Gap Year” atau menggunakan waktu setelah lulus sekolah untuk traveling ke berbagai negara atau tempat dalam jangka waktu yang lama. 

Dikarenakan backpacking dikenal dengan mayoritas traveler pelajar, tentu saja mereka sangatlah selektif dengan budget and pengeluaran mereka agar tabungan yang mereka punya dapat membiayai perjalanan mereka yang lama hingga berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun.

Nah di blogpost kali ini, aku akan membahas tentang apa itu Backpacking dan juga trik-trik yang aku pakai selama backpacking. Kita akan mulai dari pengertian backpacking, manfaat backpacking, persiapan, dan apa saja ekspektasi dan realita selama melakukan backpacking. 

Backpacking In A Nutshell

Ada beberapa hal yang membedakan Backpacking dengan metode traveling pada umumnya. Dari gambar diatas dapat dilihat beberapa hal yang membuat backpacking itu berbeda, diantarnaya:

  • BACKPACK: Sesuai dengan namanya sendiri, backpacking itu mengandalkan sebuat tas ransel atau backpack. Jadi semua perlengkapan untuk traveling dapat dimasukkan ke dalam backpack, tidak seperti model traveling kebanyakan yang menggunakan koper. Besarnya backpack juga beragam tergantung dari lamanya perjalanan dan banyaknya barang bawaan yang kita bawa. Ukuran backpack beragam, mulai dari 30 Liter hingga 80 Liter (Sebagai pembanding, backpack yang aku punya berukuran 60 Liter dan itu sudah cukup untuk backpackeran selama 1 bulan).
  • INDEPENDENSI DAN DURASI: Backpacking biasanya dilakukan sendiri atau dalam jumlah traveler yang sedikit dan durasi yang lebih lama untuk meng-explore berbagai tempat ataupun negara dalam satu perjalanan.
  • LOW COST: Mengingat budget yang terbatas, para backpackers biasanya akan menggunakan opsi “Menghemat” untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama perjalanannya, baik itu dari makanan, minuman, transportasi, aktivitas, dan juga penginapan.
  • TRANSPORTASI: Transportasi yang biasa digunakan juga biasanya adalah transportasi yang ekonomis, seperti pesawat ekonomi dan transportasi lokal. Di kalangan backpackers sendiri juga dikenal dengan istilah share-cost yaitu pembagian biaya perjalanan yang dapat menghemat pengeluaran.
  • INTERAKSI DENGAN BACKPACKERS LAIN: Ini adalah hal yang wajar di kalangan backpackers untuk bersosialisasi dengan backpackers lainnya, karena dengan berinteraksi sesama backpackers kita bisa mendapatkan informasi tentang tempat tujuan kita ataupun kemungkinan untuk share-cost.
  • LOKALITAS: Dengan lokalitas, yaitu menggunakan atau mengkonsumsi barang-barang lokal, tidak hanya akan menghemat pengeluaran, kita juga dapat membantu warga lokal dengan berkontribusi secara langsung yaitu dengan membeli dan menggunakan jasa mereka. 
  • REALITAS > EKSPEKTASI: Backpacking dapat memberikan kita “the sense of reality”,  karena secara umum biasanya para backpackers akan lebih memilih tempat-tempat tujuan yang lebih lokal sehingga akan melihat destinasi atau tempat tujuan dengan perspektif yang berbeda. 

Important Do's & Don'ts

Backpacking mungkin terdengar adalah metode traveling yang ribet, padalah backpacking sendiri adalah metode traveling yang digunakan dengan tujuan untuk membantu meminimalisasi perjalanan traveling kita. Berikut ini adalah beberapa tips yang aku dapatkan ketika melakukan perjalanan backpacking.

Apa Saja Persiapan Backpacking?

Sama dengan metode traveling pada umumnya, backpacking juga memerlukan persiapan untuk kelancaran perjalanan kita. Ada beberapa hal yang wajib untuk dipersiapkan sebelum melakukan backpacking.

Keempat persiapan yang tertulis diatas adalah persiapan secara general yang sebaiknya kita perhatikan. Personally, persiapan yang paling penting adalah persiapan mental, emosi, dan fisik. Persiapan nomer satu bisa dikatakan sebagai persiapan niat (kalau sudah niat, InsyaAllah tidak akan jadi wacana haha). Dengan niat, kita akan lebih siap dengan realita yang akan terjadi dilapangan ketika backpacking (Jangan sampai kita down dan ingin pulang ditengah jalan, karena tidak bisa beradaptasi). 

Persiapan Fisik juga sama pentingnya dengan persiapan mental dan emosi. Backpacking pasti akan memerlukan persiapan fisik yang cukup terutama ketika berpergian dari satu tempat ke tempat lagi dan dengan membawa backpack yang kita bawa.

Untuk backpacking dengan tujuan manca negara/luar negeri kita harus lebih teliti dalam mempersiapkan passport dan visa. Kita harus mengecek apakah negara tujuan kita memerlukan visa atau tidak. Jika memerlukan visa, maka kita harus mengatur waktu untuk pengajuan visa kita. 

Visa sendiri juga bermacam-macam di berbagai negara, berikut adalah contoh macam-macam visa dalam traveling (Tourist Visa/Visa Khusus Turis):

  •  VISA FREE (Negara Bebas Visa)
    •  Jika negara tujuan memberlakukan bebas visa untuk warga Indonesia, kita akan dengan mudah untuk pergi ke negara tersebut, cukup dengan menggunakan Paspor, dan kita bisa langsung backpackingan ke negara tersebut. Contoh: Negara-negara di ASEAN; Thailand, Vietnam, Filipina, dll.
  •  VISA-ON-ARRIVAL (Visa Saat Kedatangan)
    •  Kita bisa memperoleh visa di negara tujuan, sehingga kita ngga perlu repot-repot mengurus di kantor kedutaan negara tersebut di indonesia. Akan tetapi kita juga harus memperhatikan berapa biaya (biasanya menggunakan US$) dan dokumen apa saja yang diperlukan dan dibawa untuk mengurus visa tersebut di Bandara negara tujuan.  Contoh: Visa on Arrival Nepal
  •  E-VISA / PRINTED VISA (Negara Wajib Visa)
    •  Jika negara tersebut mengharuskan pembuatan visa, maka kita harus mengurus berkas-berkas di kantor kedutaan besar negara tersebut di Jakarta. Contoh: Visa ke Australia, Amerika, Selandia Baru, dll. 
  • MULTIPLE COUNTRIES ENTRIES VISA (Satu Visa Untuk Berbagai Negara)
    •  Ini adalah Visa khusus yang bisa kita dapat untuk menjelajah ke berbagai negara. Contoh: Visa Schengen untuk ke berbagai negara di Eropa

Backpacking Hacks: Keep in Mind

Beberapa hal yang sebaiknya kita ingat ketika ingin backpacking yang bisa membuat perjalanan backpacking kita lancar. Berikut ini adalah skema yang perlu diingat sebelum berpergian, jika kita sudah memikirkan hal-hal ini maka kita akan merasa lebih siap dan dapat menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. 

Bagaimana Cara Packing?

Packing adalah sesuatu yang menurutku personally paling ribet tapi juga yang seru, karena kita harus memikirkan apa saja yang akan kita butuhkan selama perjalanan. Karena backpacking mengutamakan minimalis aspek, jadi yang perlu diingat adalah seberapa banyak dan berat tas ransel kita dan menggabungkannya dengan seberapa penting barang yang akan kita bawa. 

Untuk perjalanan menggunakan pesawat, perlu diingat untuk syarat-syarat barang apa saja yang perlu dibawa dan boleh dimasukkan ke kabin pesawat. Cairan yang melebihi 100ml dan benda-benda tajam seperti potongan kuku dan gunting tidak akan boleh dibawa, dan biasanya akan langsung dibuang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dibawa.

Realita Sewaktu Backpacking

Jika ini akan menjadi perjalanan backpacking pertama, maka wajar jika merasa nerves dan deg-degan. Jujur waktu pertama kali backpacking aku juga merasa takut awalnya. Takut nyasar lah, ngga bisa pesen makanan lah, bingung mau nanya siapa lah, takut kena tipu, takut kalau uang habis dijalan, dll. Tetapi, menurut pengalamanku, itu semua akan lupa setelah memulai backpacking. 

Secara tidak sadar kita akan bisa beradaptasi dengan realita pada waktu backpacking. Langkah pertama ketika mau backpacking pastilah yang paling membuat takut, tapi setelah itu aku guarantee akan menyenangkan, selama kita tau apa yang harus kita lakukan.

Note Penting: Ketika Backpacking kita akan bertemu dengan banyak orang yang mempunyai budaya dan sıfat yang berbeda-beda, sehingga wajib bagi kita untuk selalu bertindak tegas, apalagi jika kalian orangnya sama kaya aku, yang tipenya ngga enakan untuk menolak. Nah ini ni, kita harus bisa menolak secara halus. Contohnya: Pada saat kita mau di Scam untuk membayar dengan harga mahal atau ketika kita ditawari untuk merokok ketika kita memang bukan perokok.

Dan yang perlu diingat adalah “Bad moments” itu pasti akan ada di perjalaan kita maupun di kehidupan, dan itu adalah hal yang wajar. Bad moment itu tidak sama membuat A Bad Day ataupun perjalanan yang jelek.

Pelajaran Dari Pengalaman Backpacking

Salah satu kata kunci dari backpacking adalah keluar dari zona nyaman “Comfort Zone”. Banyak sekali pelejara-pelajaran yang aku dapatkan sewaktu backpacking baik itu di dalam negeri atau pun di luar negeri. Dari semua perjalanan tersebut, aku simpulkan beberapa pelajaran yang paling membuatku terkesan dengan dunia backpacking 🙂

Hopefully this blogpost can help and  inspire you to go backpacking for the first time or to go backpacking again. If you have any further questions or tips that I forgot to include, just drop me your question or the tips down below on the comment section, I’d be happy to answer 🙂

Thank you so much for reading! Happy travel! 

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Close Menu